Rekreasi Menuju Pulau Airlangga Impian

poster ldp

Salam Damai,

Bagi rekan-rekan karyawan Universitas Airlangga yang berminat mendapatkan beasiswa dan terlibat dalam Rekreasi Menuju Pulau Airlangga Impian, silahkan mendownload form aplikasi disini.

Rekreasi Menuju Pulau Airlangga Impian adalah sebuah workshop kepemimpinan transformatif yang menjadi salah satu aktivitas dalam program pengembangan kepemimpinan (Leadership Development Program/LDP) Universitas Airlangga. Dalam workshop ini, seluruh peserta akan bersama-sama menyusun profil kepemimpinan transformatif berpijak pada pengalaman terbaik peserta dan selaras dengan arah perubahan Universitas Airlangga

Damai di Bumi

Budi Setiawan

Catatan: Apabila ada kesulitan untuk mendownload form aplikasi silahkah mengirim email ke lp3t@unair.ac.id

Psikografi Calon Gubernur Jawa Timur

Versi ringkas artikel ini dipublikasikan di Kompas Edisi Jawa Timur. Sejak hari ini, Senin 14 Juli 2008, Kompas Edisi Jawa Timur akan menampilkan 3 artikel yang membahas psikografi calon gubernur, psikografi calon wakil gubernur dan perpaduan pasangan tersebut. Kelima pasang akan dipublikasikan mengikuti nomor urut. So, ikuti terus di Kompas Jatim sampai hari jumat (18 Juli 2008)

Mengenal calon sebagai kawan dekat kita

Andaikan kita mengenal setiap calon gubernur dan wakil gubernur jawa timur seperti kita mengenal kawan dekat anda. Andaikan kita mengenal mereka sebagai seorang manusia biasa, bukan sebagai politisi, pejabat pemerintah, ulama, pengusaha atau peran mereka di masyarakat. Apa yang akan terjadi? Bagaimanakah anda membayangkan kepemimpinan mereka?

Era reformasi membuka pintu keterbukaan begitu luasnya. Informasi membanjiri masyarakat tiap saat, tiap waktu. Setiap orang, setiap tokoh bisa menyebarkan berbagai informasi dalam segala macam bentuknya. Apalagi dalam konteks pilkada, menjadi sebuah kewajaran bila setiap kandidat saling bersaing menyajikan informasi yang menguntungkan diri dan dengan cara yang memikat.

Di sisi sebaliknya, para pengamat dan kritikus akan menyampaikan informasi yang berbeda arahnya. Kebanyakan akan memaparkan penilaian negatif terhadap kandidat, bahwa kandidat A lemah dalam berkomunikasi, kandidat B itu kurang tegas.

Apakah sungguh berbeda informasi yang disampaikan oleh kedua belah pihak itu? Arahnya berbeda. Tapi sifatnya sama. Informasi yang disajikan sudah merupakan pembandingan kandidat dengan suatu standar tertentu. Akibatnya, keunggulan dan kelemahan kandidat adalah perkara memilih suatu standar. Nah, pertanyaannya apa standar yang paling tepat? Siapa yang berhak menetapkan standar itu?

Bicara demokrasi. Rakyatlah yang berhak. Setiap orang bisa, setiap pembaca bisa, menetapkan sesuai dengan selera masing-masing. Dalam kerangka itu, tim riset LP3T Fakultas Psikologi Universitas Airlangga melakukan riset dan memaparkan hasilnya kepada publik. Riset dilakukan untuk memahami setiap kandidat sebagai manusia biasa dengan segala macam keunikannya, selayaknya warga jawa timur lainnya.

Riset ini dilakukan oleh suatu tim yang terdiri dari 9 periset dan 13 asisten periset. Periset terdiri dari Budi Setiawan M., M.Psi, Ilham Nur Alfian, M.Psi, Drs. Ino Yuwono, MA, Wiwin Hendriani, M.Si, Iwan Wahyu Widayat, M.Psi, Herison Purba, S.Psi, Dimas Aryo Wicaksono, S.Psi, Andri Firdaus, S.Psi dan Putut Angga S.Psi. Sementara asisten periset terdiri dari 13 mahasiswa tingkat akhir yang telah dilatih sebelumnya. Continue Reading »

Employee Engagement: Mengikat hati karyawan

Seorang kawan pernah mengeluhkan tentang pembajakan karyawan di perusahaannya oleh perusahaan kompetitor. Padahal perusahaan telah menginvestasikan waktu dan uang yang tidak sedikit untuk mengembangkan potensi karyawan. Apakah anda pernah menemui hal tersebut di perusahaan anda?

Seorang kawan yang lain mengeluhkan mengenai tingginya tingkat turn over di perusahaannya. Padahal perusahaan baru saja menaikkan kompensasi finansial dan non finansial bagi karyawan. Apakah anda pernah menemui hal tersebut di perusahaan anda?

Mereka yang menjadi pemimpin di pemerintahan punya keluhan lain lagi. “Di tempat kami, tingkat turn over kami sih rendah banget. Mendekati nol bahkan. Tapi mereka bekerja asal-asalan. Asal selesai. Asal bos tidak marah”. Apakah keluhan semacam ini yang anda punyai?

Mengapa orang bersedia dibajak? Mengapa tingkat turnover di perusahaan kita tinggi? Atau mengapa orang yang kinerjanya asal-asalan bertahan di tempat kita?

Ingin lihat presentasinya? Silahkan klik disini

Ingin mendapatkan jasa layanan Employee Engagement Survey (E2 Survey) cuma-cuma? Silahkan email ke lp3t@unair.ac.id (Khusus untuk perusahaan, BUMN dan lembaga pemerintah)

Amazing Gathering

Latar Belakang
Waktu telah membawa kita melewati berbagai momentum dalam satu tahun terakhir ini. Ada detik yang mendebarkan, dan begitu dinanti. Ada waktu yang menegangkan, dan begitu menggairahkan. Ada saat yang mengesalkan, dan membuat marah. Ada momen yang ceria, dan begitu membahagiakan. Ada banyak cerita, –cerita mengesankan, cerita keceriaan, cerita inspiratif–, yang berserakan di sepanjang perjalanan kita setahun ini. Akan tetapi, cerita-cerita tersebut seringkali ditenggelamkan dalam kepenatan rutinitas.
Menjadi tantangan bagi kita semua, untuk menciptakan momentum perjumpaan yang menggairahkan dan yang melahirkan energi positif. Energi yang meremukkan kepenatan rutinitas, sekaligus mengaliri kehidupan kita dengan keceriaan yang membahagiakan. Tantangan ini kami jawab dengan mengajukan sebuah konsep program inovatif yang kami sebut sebagai Amazing Gathering. Dalam program ini, seluruh peserta akan diajak terlibat merayakan seluruh capaian, berbagai keceriaan dan melahirkan energi emosional-spiritual sebagai modal menghadapi tantangan di masa depan.
Continue Reading »

Tulisan Inspiratif Lain

Tulisan inspiratif lain dari kami dapat anda nikmati juga di blog kami, silahkan klik disini

Tentang Appreciative Inquiry dan penerapannya

Menciptakan Budaya Organisasi (My Way Culture)

 

For what is a man? What has he got?
If not himself - Then he has naught.
To say the things he truly feels
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows
And did it my way.

(My Way - Frank Sinatra)

Pernah mendengar IBM Way, Toyota Values, Apple Culture atau yang lain? Kita harus mengacungi jempol pada mereka yang telah berhasil memantapkan inti budaya organisasi. Penulis sendiri takjub dengan mantra-mantra mereka. Kok bisa ya?

Kita kemudian berlomba-lomba mempelajari bagaimana perusahaan-perusahaan itu menciptakan mantra nmereka. Lebih gila lagi, kita mempelajari budaya organisasi tersebut agar bisa melakukan imitasi. Ketika kondisinya sama, imitasi akan berdampak luar biasa. Nah ketika beda….menjadi pertanyaan menarik, apa yang akan terjadi?

Proses download pengetahuan yang dilanjutkan dengan imitasi itu seperti kita memperkosa organisasi kita. Seperti menanam bunga bougenville di tanah basah atau menanam melati air di padang pasir. Kalaupun organisasi kita tetap tumbuh, pertumbuhannya pun jadi menyimpang.
Continue Reading »

Paradigma PENGELOLAAN MANUSIA Dalam Organisasi

Ini adalah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar, Prof. Dr. Fendy Suhariadi, MT, Psi. (41 tahun), dalam Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Psikologi Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Sabtu Tanggal 25 Agustus 2007. Beliau adalah profesor termuda di lingkungan Universitas Airlangga. Sekarang  mendapat kepercayaan sebagai Direktur Sumber Daya Unair. Selain itu, beliau juga Dewan Ahli LP3T. Silahkan menikmati kesegaran ide-idenya….

Continue Reading »

Discover a Star

Rekrutmen dan seleksi karyawan baru merupakan salah satu titik kritis dalam manajemen sumber daya manusia. Orang baru masuk yang kemudian akan mewarnai kehidupan organisasi. Tidak hanya untuk 1 – 2 tahun ke depan, tapi bisa jadi sampai 10 – 15 tahun ke depan. Adanya keputusan yang salah pada proses ini akan berakibat perlu tindakan untuk melakukan perbaikan, yang tentunya akan membuang energi dan waktu tersendiri.

Persiapan yang matang dan proses yang tepat sangat diperlukan agar sumber daya manusia yang direkrut, efektif untuk menempati posisi saat ini sekaligus mendukung pengembangan organisasi di masa depan. Memastikan didapatkannya bintang-bintang yang bersinar, menerangi lingkungan kerjanya. Untuk itu, kami menawarkan sebuah paket menarik yang memastikan tercapainya tujuan perusahaan tersebut, yaitu Discover a Star.

Ingin tahu lebih lanjut tentang DaS (Discovery a Star)? Download disini

Co OPI

Apa itu Co-OPI?

Bagaimana kita menghadapi orang yang tidak kita kenal di tempat asing? Mungkin kita akan diam dan menjaga jarak. Atau datang menghampiri untuk mencari tahu. Kita akan mempertimbangkan untuk menyapa atau mengabaikannya.

Bagaimana kita menghadapi orang yang sangat kita kenal? Ketika kita mengetahui kepribadian seseorang maka kita akan bisa memperkirakan apa yang dirasakan, dipikirkan dan dilakukannya. Kita jadi tahu apa yang seharusnya dilakukan agar dapat tercipta relasi yang efektif.

Mengapa demikian? Bagi manusia, kepribadian membentuk nilai, perilaku, rutinitas, dan kegemaran. Hal yang sama ternyata terjadi pula pada perusahaan. Perusahaan mempunyai cara tertentu dalam memfokuskan energi, mengumpulkan informasi, mengambil keputusan dan melaksanakan pekerjan, yang menjadi elemen penting pembentuk kepribadian perusahaan.

Riset yang dilakukan Arie de Geus (1997) menunjukkan bahwa 27 perusahaan yang berumur lebih dari 100 tahun mempunyai karakteristik sebagaimana manusia. Mereka mempunyai kepribadian yang membuat mereka berkembang secara harmonis. Kepribadian ini menjadi suatu identitas sehingga perusahan dikenal oleh anggotanya maupun oleh orang lain dengan pola yang serupa. Anggota sadar akan “Siapa kami?”, yang berbeda dengan perusahaan lain. IBM yang “metodis”, Apple yang “inovatif”, Nike yang “Drive”.

Kepribadian perusahaan adalah sumber yang menentukan misi dan nilai perusahaan, menggerakkan SDM, mengartikulasikan identitas perusahaan serta strategis bisnis. Ketika perusahaan tidak menyadari kepribadian, operasi organisasi seringkali tidak berjalan secara selaras (aligmnent). Inovasi ditetapkan menjadi keunggulan bisnis, tetapi dalam proses operasi sangat menekankan pada standar yang telah teruji dan tidak ada toleransi terhadap kesalahan. Dalam pengelolaan SDM, inovasi tidak menjadi aspek yang dihargai.

Bagaimana dengan perusahaan anda? Ya, perusahaan anda juga mempunyai kepribadian, sebagaimana perusahaan hebat lainnya. Co-creation Organizational Personality Inventory (Co-OPI) akan menjadi alat bantu untuk mengenali kepribadian perusahaan anda beserta dinamikanya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang Co OPI? Download disini

Appreciative Based Training

 Appreciative Based Training (The Dancing Leader, Creating a Star at Work, Appreciative Teamwork)

Download brosur disini

brosur abt depan

Brosur abt belakang